Kisah Perjalanan : Seharian Kehujanan di Makau

Kisah Perjalanan : Seharian Kehujanan di Makau

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya saya punya kesempatan untuk berkunjung ke Makau (melipir sebentar waktu jalan-jalan kemarin ke Hong Kong). Kalau kita mendengar soal kota Makau, yang pertama kali terbersit di kepala sudah pasti kasino atau perjudian. Tidak aneh, sih, kota ini dijuluki Las Vegas-nya Asia (padahal Makau kota judi terbesar, lebih besar dari Las Vegas). Teman-teman menyarankan untuk menikmati Makau lebih lama tapi buat saya, sehari di sini sepertinya sudah cukup.

macau time square

Bagaimana Caranya ke Makau?

Karena waktu itu saya habis dari Hong Kong, jadi saya putuskan untuk naik feri ke Makau. Perjalanan ke sana kurang lebih menghabiskan waktu selama 1 jam. Untuk naik feri kamu bisa pilih tiket dari 2 perusahaan yang menawarkan jasa feri-nya: TurboJet dan Cotai Water Jet. Waktu itu saya pilih Cotai Water Jet, harganya HKD199 untuk tempat duduk ekonomi untuk sekali jalan.

cotai water jet

Kemana dan Apa yang Saya Lakukan di Makau?

Entah mungkin saya datang di waktu yang kurang tepat tapi hari itu hujan lebat turun sepanjang hari. Cukup mengecewakan karena saya jadi tidak bisa menjelajah dengan bebas seperti berjalan-jalan ke desa Taipa atau aktifitas luar ruangan lainnya. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan atau bermain judi bola online di situs mahaku.org untuk menghilangkan bosan, jadi ketika saya sampai di Venetian Macau, saya pergi untuk melihat-lihat kasino dan berkeliling mall.

venetian macau - casino

Setelah puas di Venetian Makau, kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus dari terminal dekat sana ke Studio City untuk menaiki Golden Reel. Wahana ini bukan cuma kincir raksasa biasa karena ini adalah kincir berbentuk angka 8 pertama di dunia. Saya lebih memilih untuk naik ini ketimbang Tower Makau karena sepertinya akan lebih menarik. Andai saja waktu itu tidak hujan, pasti pemandangannya bakal lebih sempurna.

Selanjutnya saya mampir sebentar ke desa Taipa tapi karena hujan masih turun dengan derasnya, saya tidak bisa berjalan-jalan di sana. Saya cuma mampir sebentar ke sebuah toko kecil untuk makan siang sebelum melanjukan perjalanan ke reruntuhan St. Paul dengan menggunakan taksi. (Tambahan info: makanan tradisional Makau enak-enak! Kamu harus coba jajanan pinggir jalan di sana.)

reruntuhan st paul

Reruntuhan St. Paul adalah jantung dari kota tua Makau dan telah menjadi ikon dari kota ini. Reruntuhan ini adalah bagian dari Pusat Sejarah Makau yang telah diresmikan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia. Meski hujan masih terus mengguyur, tidak membuat para turis menyerah untuk berfoto di tempat ini. Ya, saya pun tidak mau ketinggalan!

Ya, begitulah rangkuman jalan-jalan sehari saya di Makau dan semoga saya bisa cepat-cepat balik lagi ke sini (saat cuacanya lebih baik). Semoga nanti saya bisa lebih menjelajah dan menguak seluruh kecantikan dari kota Makau ini.

Transportasi di Makau

bus di macau

Makau tidak kalah modern dari Hong Kong, jadi kamu tidak perlu bingung kalau mau pergi-pergian di Makau. Transportasi pertama yang bisa kamu pilih adalah bis. Ada banyak terminal bis di sini yang bisa bawa kamu ke berbagai tempat menarik di Makau. Ya, hampir semua tempat menarik di Makau terlewati oleh rute bis.

Kamu bisa baca petunjuk rute bis yang tersedia di setiap terminal atau kalau kamu malas baca, kamu bisa tanya-tanya saja bis mana untuk pergi ke mana. Gampangnya, sih, kamu bisa pake taksi yang menggunakan argo, tapi harganya cenderung mahal. Jadi kamu tinggal pilih, mau yang mahal tapi gampang atau yang murah jadi kamu bisa belanja-belanja lebih banyak?